Nun Washal (Pengertian, Cara Baca, Contoh dalam Al Quran)

By | 03/11/2017

Bab Nun Washal: Pengertiannya, cara membaca, contoh ayat dalam al Quran, kegunaan, dan syarat-syaratnya.

Pembahasan tentang nun washal tidak lepas dari pembahasan tanwin. Karena nun washal itu pada hakikatnya penguraian tanwin yaitu menampakkan nun mati dalam tanwin. Sebagai mana dalam bahasan yang lalu, tanwin adalah nun mati yang bertempat di akhir kalimat isim yang kelihatan jika dibaca ketika washal dan hilang jika ditulis atau diwakafkan.

Nun washal adalah nun kecil yang ditulis di bawah lafad tertentu, kegunaan nun washal adalah untuk menyambung antara lafad satu dengan lafad lainnya.sedang konsekuensi dari nun washal ini adalah adanya pengurangan bacaan sukun pada lafad yang diuraikan dengan nun washal tersebut.

Mengingat nun washal tersebut belum ada harakatnya, maka cara memberi harakatnya dengan mengikuti kaidah sebagai berikut:

إِذَا كَانَ اْلحَرْفُ السَّاكِنُ اِنْ حُرِّكَ فَحُرِّكَ بِالكَسْرَةِ
“Apabila ada huruf mati, kemudian ingin dihidupkan, maka hidupkanlah dengan kasrah”.

Adapun syarat-syarat kebolehan menampakkan nun washal adalah sebagai berikut:

1. Huruf yang berharakat tanwin disambut oleh huruf yang diberi Al Ta’rif ( ال ) dalam kondisi kemudian itu, maka tanwin boleh diuraikan dengan nun washal.
Contoh:

No Tempat Tertulis Dibaca
1 Al-Ikhlas :1-2 اَحَدٌ اَللهُ اَحَدٌ نِ للهُ
2 Al-Humazah: 1-2 لُمَزَةٍ اَّلذِيْنَ لُمَزَةِ نِ اَّلذِيْنَ
3 Al-Baqoroh:180 خَيْرٌ الوَصِيَّةُ خَيْر نِ الوَصِيَّةُ
4 Al-Kahfi: 88 جَزَٓاءَ اْلحُسْنٰى جَزَٓاءَنِ اْلحُسْنٰى

2. Huruf berharakat tanwin yang disambut dengan huruf mati maka nun tanwin dapat ditampakkan dengan nun washal.
Contoh:

No Tempat Tertulis Dibaca
1 Huud: 42 نُوْحٌ اِبْنَهُ نُوْحٌ اِبْنَهُ
2 Al-Jatsiyah: 9 شَيْئًا اتَّخَذَهَا شَيْئًا اتَّخَذَهَا
3 Al-Mukminun: 38 رَجُلٌ افْتَرَى رَجُلٌ افْتَرَى
4 Yusuf 8 مُبِيْنٍ اقْتُلُوْا مُبِيْنٍ اقْتُلُوْا

3. Bacaan yang sudah dilepas nun tanwinnya maka wajib dibaca qashar yang semula mad.
Contoh:

No Tempat Tertulis Dibaca
1 Al-A’raf: 177 مَثَلًا القَوْمُ مَثَلًانِ القَوْمُ
2 Al-A’raf: 158 جَمِيْعًا الَّذِى جَمِيْعَ نِ الَّذِى
3 An-Najm: 50 لَهْوًاانْفَضُّوا لَهْوَنِ انْفَضُّوا
4 Al-Muzammil: 17 شَيْبًا السَّمَٓاءُ شَيْبَ نِ السَّمَٓاءُ

Sampai disini pembahasan tentang Nun Washal ini, mudah-mudahan kita dapat memahami tentang asal usulnya, syarat keberadaannya, dan fungsinya dalam suatu lafadh sehingga kita dapat mengaplikasikannya dalam membaca ayat-ayat Al Quran, amin.

Baca juga: Bab Hamzah Qatha’ dan Hamzah Washal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *